Kesetiaan adalah hal yang tidak akan pernah sama nilainya dengan uang. Ia ta pernah ternilai seperti layaknya kasih sayang seorang ibu untuk anaknya
-Abdurrahman-
Story About 'SETIA'
Pada
suatu hari dimasa lalu di sebuah Institusi keguruan dan Ilmu pendidikan
di Yogyakarta. Lies seorang wanita sederhana, sedikit tertutup namun
cerdas bertemu dengan Jack seorang lelaki tampan, pemain basket,
terkenal dan juga pandai. Perbedaan yang cukup signifikan itu tak
kemudian menjadi penghalang bagi cinta untuk merajut benang-benang kasih
diantara kedua insan ini. Singkat cerita keduanya menjalin kasih dan
memutuskan untuk menikah. Namun keluarga sang pria (Ibu) tidak menyetujui
dan menganjurkan Jack untuk meninggalkan sang wanita dengan kondisi
saat itu sedang mengandung buah hati mereka yang pertama.
Perjalanan
hidup berumah tangga mereka juga tak lepas dari hantaman badai dari
yang paling ringan hingga yang berat sekalipun. Pertama datang dari sang
mertua yang sering mencaci Lies karena dianggap tidak pantas
mendampingi anak lelakinya yang sulung itu. Badai berikut datang dari
Jack yang berpendirian keras. Lies sering diperlakukan kasar dan
menerima pukulan-pukulan keras sang suami karena ketidaksepahaman yang
terjadi. Bahkan tidak diberi gaji sehingga segala kebutuhan rumah tangga
juga kebutuhan sekolah keempat anak mereka menjadi tanggungan Lies.
Badai selanjutnya adalah ketika Jack jatuh sakit karena terserang tumor
otak dan bertahun-tahun mengalami kelumpuhan total dan hanya terbaring
di tempat tidur. Namun Lies tetap setia mendampingi dan mengurusinya.
Seperti jatuh tertimpa tangga pula, anaknya yang sulung pun terjerat
kasus penggelapan dana perusahaan yang bagi si sulung dilakukannya untuk
menyelamatkan sang ayah ketika menjalani operasi dan pengobatan yang
bernilai ratusan juta rupiah. Hal ini membuat Lies hampir kehilangan
rumah yang mereka bangun dari nol karena disita oleh Bank. Namun Tuhan
senantiasa memberikan jalan-jalan ajaibnya dalam setiap lorong gelap
yang Lies dan keluarganya lalui.
Kini
diusia pernikahan mereka yang mencapai 28 tahun, Lies masih setia
berdiri tegak disamping sang suami yang hanya mampu duduk di kursi roda,
berdua menikmati sunset disetiap sore didepan rumah mereka yang
sederhana. Dengan perjuangannya Ia telah mampu menyekolahkan keempat
anaknya dengan pendidikan bermutu sampai ke jenjang perguruan tinggi dan
bermimpi suatu hari nanti mereka mampu mengubah keadaan sulit itu
menjadi lebih baik dan membuatnya menikmati cinta yang selama ini Ia
tanam dalam perjuangannya menghalau setiap badai yang datang menerpa
keluarga itu.
Perempuan
hebat ini membuktikan pertama bahwa cinta tumbuh dalam kesederhanaan,
dan pelayanan kasih kepada orang yang kita cintai tidak selamanya hanya
ketika kita mendapat perhatian dan segala yang kita inginkan kemudian
kita balas mengasihi. Namun cinta lebih dari sekedar membalas budi.
Cinta itu pelayanan sepanjang hayat bahkan ketika yang kita terima
hanyalah airmata. Tuhan juga tidak pernah menjanjikan akan penjelasan
atas persoalan-persoalan kita namun Ia menjanjikan Diri-Nya untuk
berjalan bersama kita. Kepercayaan Lies tentang campur tangan Tuhan yang
kan setia mendampinginya melewati setiap badai meyakininya untuk tetap
setia mencintai pelayanannya untuk keluarga itu. Saya sangat mencintai
sosok wanita ini dalam segala perjuangan hidup yang ia hadapi dan
berharap memiliki hati yang setia melayani seperti yang Ia miliki serta
berjuang keras agar suatu hari nanti dapat membuatnya menikmati buah cinta yang selama ini ia tanam dalam diriku. Karena wanita hebat itu adalah IBUKU.
0 komentar:
Posting Komentar